Sabtu, 14 Mei 2016

Administrasi Alat Tes

Welcome back to my Blog! Kali ini saya akan membahas “administrasi alat tes psikologi” mengenai seleksi karyawan. Pembahasan saya nanti akan difokuskan pada seleksi karyawan untuk menempati posisi “HR Recuitment Officer”.
Pada posisi HR Recuitment Officer, di butuhkan orang-orang yang mempunyai talent, attitude yang baik, skill pada bidang ini, serta knowledge seputar recruitment.

Ada beberapan kriteria yang dibutuhkan pada posisi ini yaitu:
  • -      Pendidikan min. S1
  • -      IPK min 3.00 dari skala 4.00
  • -  Bersedia ditempatkan dan ditugaskan di seluruh wilayah kerja PT SUCOFINDO (PERSERO)
  • -      Mencantumkan kode posisi jabatan pada sudut kanan atas amplop
  • -  Tidak mempunyai hubungan keluarga dengan pegawai perusahaan sebagai suami-isteri; kakak adik kandung/tiri/angkat; orangtua-anak kandung/tiri/angkat
  • -     Max berumur 25th saat mengajukan lamaran
  • -     Belum menikah
  • -  Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai suatu instansi pemerintah atau swasta
  • -      Penempatan di Jakarta
  • -    Hanya yang memenuhi syarat yang akan dipanggil dipanggil untuk mengikuti seleksi di Jakarta


Job Desk pada posisi ini sendiri itu antara lain:
1.     Rekap Pelamar ( Memasukkan data-data ke Ms Exel )
2.    Menyiapkan alat tes
3.    Skoring alat tes
4.    Input data BPJS (masukkan keterangan data pribadi)

Untuk menempati posisi ini IQ yang dibutuhkan rata-rata atas (111-120), yaitu orang-orang yang normal tetapi berada pada tingkat daya nalar yang tinggi. Dari beberapa jenis alat ukur tes intelegensi hanya satu yang digunakan yaitu “CFIT”, mengapa digunakan CFIT? karena pada alat tes ini memiliki waktu yang lebih ringkas dan tidak banyak subtesnya jika dibandingkan dengan alat ukur tes inteligensi lainnya. Berikut penjelasan dari CFIT:

Administrasi CFIT
CFIT terdiri atas 4 subtes dan setiap subtes harus dikerjakan dalam batas waktu tertentu.
-      Subtes 1 – series (3 menit)
-      Subtes 2 – Classification (4 menit)
-      Subtes 3 – Matrices (3 menit)
-      Subtes 4 – Condition / typology (2,5 menit)

Peralatan
  • -      Buku soal CFIT
  • -      Lembar jawaban
  • -      Stopwatch
  • -          Alat tulis (pensil)


Instruksi  
1.     Subtes 1 – series (3 menit)
Di sebelah atas, anda akan menemukan sederet kotak yang berisi urutan gambar. Namun, kotak terakhir belum ada isinya. Tugas anda adalah mengisi kotak tersebut dengan gambar yang sesuai, yang bias dipilih dari 6 pilihan jawaban yang tersedia, yaitu A, B, C, D, E dan F. Perlu diingat bahwa gambar-gambar pada soal memiliki pola tertentu sehingga untuk mengisinya,anda perlu mengetahui pola dari urutan gambar tersebut.

2.    Subtes 2 – Classification (4 menit)
Pada setiap soal, anda akan menemukan 5 buah gambar yang disusun secara berdampingan. Telitilah gambar-gambar tersebut. Tugas anda adalah menemukan tepat DUA gambar yang memiliki karakteristik yang serupa. TIGA gambar lainnya berfungsi sebagai pengecoh anda, sehingga berhati-hatilah dalam menentukan pilihan.

3.    Subtes 3 – Matrices (3 menit)
Di bagian sebelah kiri, anda akan menemukan sebuah kotak besar, yang didalamnya terdapat kotak-kotak kecil bergambar. Anggaplah ini adalah gambar sebuah sapu tangan, di mana kotak-kotak tersebut memiliki pola tertentu. Perhatikan bahwa bagian sebelah kanan bawah masih kosong. Tugas anda adalah melengkapi bagian kosong tersebut dengan salah satu dari 5 pilihan jawaban di sebelah kanan.

4.    Subtes 4 – Condition (2,5 menit)
Pilihlah satu dari kelima jawaban yang mencerminkan kondisi yang sama dengan gambar contoh di sebelah kiri.

Selain IQ rata-rata atas, pada posisi ini juga dibutuhkan orang yang kepribadiannya teliti, detail, emosinya stabil, cepat dalam menyelesaikan pekerjaan, serta tekun. Untuk mengetahui orang yang memiliki kepribadian seprti itu, maka akan dilihat dengan tes personality. Dari beberapa jenis alat tes yang ada pada tes personality, nantinya yang akan digunakan hanya satu yaitu “Kreaplin”. Mengapa kreaplin? Karena waktunya pengerjaannya yang lebih singkat dan banyak perusahaan yang sering menggunakan alat tes ini. Berikut penjelasan dari Kreaplin:

Administrasi Kreaplin

Peralatan
  • -          Lembar Kraeplin
  • -          Pensil (HB/2B tidak masalah)
  • -          Penggarisan
  • -          Stopwatch

Instruksi
1.     Anda akan menemukan deretan bilangan dan terbagi dalam lajur-lajur. Tugas anda adalah menjumlahkan antara SATU bilangan dengan SATU bilangan lain yangtepat berada di atasnya.
2.    Mulailah dari bilangan paling bawah, dan dari lajur paling sebelah kiri.
3.    Setiap saya katakan PINDAH, maka anda harus menghentikan kerja anda di satu lajur. Segera pindahlah ke lajur di sebelah kanannya.
4.    Dan begitu seterusnya sampai saya katakan selesai.
5.    Katakan pada peserta untuk MENCORET jawaban bila melakukan kesalahan. Hindari menghapus jawaban karena memakan waktu.
6.    Jangan lupa: BERI CONTOH DI PAPAN TULIS
7.    Selalu kerjakan sebanyak 41 lajur. Lajur terakhir adalah cadangan seandainya terdapat parit.

Selain IQ rata-rata atas, dan kepribadian yang sudah dijelaskan diatas, akan dilihat juga minat dari para pelamar, apakah minat pada tenaga administrative apa bukan karena pada posisi ini cenderung lebih ke pada administrative, kerjanya lebih banyak di dalam ruangan dengan menyeleksi beberapa CV. Untuk mengetahui minat mereka apa, dapat dilihat dengan menggunakan alat ukur minat dan bakat. Ada banyak alat ukur dari tes ini, tapi nanti yang akan digunakan hanya satu yaitu “RMIB”. Mengapa RMIB? Karena alat tes ini memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan alat ukur minat dan yang lain, salah satunya yaitu Lebih mudah dikerjakan oleh subyek, score dapat disusun dengan lebih cepat, lebih cocok diberikan kepada orang dewasa, hasil keseluruhan menunjukkan pola interest subjek, dapat diberikan secara klasikal/individual. Berikut penjelasan dari RMIB:

Administrasi RMIB

Intruksi
1.     Pertama-tama katakan kepada mereka: “Bila saudara sudah menerima formulir, tulislah lama, dan keterangan-keterangan lain mengenai diri sudara di kolom yang sudah disediakan di sebelah atas dalam formulir”. 

2.    Sesudah beberapa saat, di lanjutkan: “Kemudian bacalah instruksi yang terdapat dalam formulir tersebut” Bunyi instruksi secara tepatnya adalah sebagai berikut” di bawah ini akan sodara temui daftar dari bermacam-macam pekerjaan yang tersusun dalam nenerapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 12 macam pekerjaan. Setiap pekerjaan merukan keahlian khusus yang membutuhkan latihan atau pendidikan keahlian tersendiri. Mungkin hanya beberapa di antaranya yang sodara sukai. akan tetapi disini sodara diminta untuk memilih pekerjaan mana yang ingin sodara lakukan atau paling sodara sukai, terlepas dari besar kecilnya upah atau gaji yang akan sodara terima atau apakah sodara akan berhasil dalam mengerjakannya

3.  Di beri waktu lagi untuk beberapa saat, dan….. ;“Ada pertanyaan?” Untuk responden dengan intelejensi yag rendah dapat diberikan beberapa ilustrasi sebagai berikut:“ Seandainya saudara mempunyai suatu daftar beberapa buah-buahan misalkan jeruk, nanas, dan rambutan. dan kemudian saya tanyakan kepada soudara buah mana yang paling anda sukai. Apabial sodara paling suka buah mangga maka sodara tulis no atau angka 1 di belakang mangga, dan kemudian lebih suka nanas dari pada 2 yang lainnya, maka angka sodara tulis angka 2 di belakang nanas. demikian seterusnya sehingga di belakang setiap nama buah terdapat angka yang menunjukan urutan dari buah-buah kesukaan sodara.

4.    Apabila tidak terdapat pertanyan maka instruksi data di teruskan: “sekarang kerjakan, dan lengkapilah formulir itu sesuai dengan instruksi tadi. mengenai beberpaa pekerjaan yang belum atau kurang saudara kenal dapat anda baca keterangannya dibagian akhir formulir ini.

5.  Apabila saudara membuat kesalahan coretlah nomor yang salah tersebut dan tulislah angka ynag benar di samping angka yang salah. Saudara selesai mengerjakannya dapat mengembalikan formulir tersebut.

6.    Kemudian sesudah responden selesai mengisi atau membuat rengking kepada mereka di instruksikan untuk menulis 3 jenis pekerjaan yang di sukainya, tidak tergantung pada jenis pekerjaan yang terdapat di dalam daftar. boleh menulis pekerjaan yang terdapat dalam daftar boleh juga tidak. Waktu pengambilan tes tidak terbatas akan tetapi biasanya seorang dewasa dapat mengerjakannya 20 menit.


Berikut rundown kegiatan yang akan dijalankan:

Waktu
Kegiatan
12.30 – 12.45
Persiapan dokumen, alat test dan peralatan pendukung
12.45-13.00
CFIT
13.00-13.25
Kraeplin
13.25-13.55
RMIB
13.55-14.00
Penutup













*Administrasi lain-lain
- peserta data tepat waktu
- berpakaian rapih (memakai kemeja berkerah dan celana bahan)
- sepatu tertutup

Nantinya jika sudah terlihat dari 3 hasil tes diatas, pelamar akan dibagi ke dalam 3 bagian yaitu disarankan, dipertimbangkan, dan tidak disarankan. Setelah itu, pelamar yang masuk dalam bagian disarankan akan dilakukan seleksi untuk mengikuti proses interview, dan memilih siapa saja yang akan lolos menempati posisi tersebut.


Sekian Blog dari saya, semoga selalu bermanfaat!

Selasa, 10 Mei 2016

Tes Kelompok dan Individu

Hai! Balik lagi pada pembahsan kita seputar Psikodiagnostik, pada pembahasan saya sebelumnya sudah banyak membahas macam-macam jenis dan alat tes, nah pada pembahasan kali ini saya akan lebih spesifikkan alat tes mana yang saat pelaksanaannya termasuk dalam tes individu ataupun tes kelompok, masing-masing dari keduanya terdapat jenis tes inteligensi, kepribadian maupun minat. Tapi sebelumnya saya akan memberi penjelasan terlebih dahulu mengenai perbedaan tes individu dan kelompok itu sendiri. Yuk makanya disimak baik-baik J

Tes Individu
Dilakukan terhadap satu orang pada satu waktu tertentu. Dalam pelaksanaannya lebih berfokus pada global atau holistic serta tester berhadapan langsung dengan testee, tujuan utama tes individu yaitu untuk mengukur kemampuan umum (general trait) dari individu, Time consuming, Observasi terhadap testee bisa dilakukan dengan lebih intensif, Skor tidak tergantung pada kemampuan membaca testee.

Jenis-jenis tes yang termsuk dalam tes individu:

1.      Tes Inteligensi
-      Stanford Binet
Digunakan untuk anak-anak yang berusia 2 tahun sampai dengan orang dewasa yang berusia 85 tahun keatas.
Tes-tes dalam skala ini dikelompokkan menurut berbagai level usia mulai dari Usia-II sampai dengan Usia Dewasa-Superior. Diantara Usia-II dan Usia-V, tesnya meningkat dengan interval setengah tahunan, sedangkan diantara Usia-V dan Usia-XIV, level usia mengingkat dengan interval satu tahunan. Level-level selanjutnya dimaksudkan sebagai level Dewasa-Rata-rata dan level Dewasa-Superior I, II, dan III.
Setiap level usia dalam skala ini berisi enam tes, kecuali untuk level Dewasa-Rata-rata yang berisi delapan tes. Dalam masing-masing tes untuk setiap level usia terisi soal-soal dengan taraf kesukaran yang tidak jauh berbeda. Berdasarkan perbedaan taraf kesukaran yang kecil itulah disusun urutan soal dari yang paling mudah sampai yang paling sukar.
Skala Stanford-Binet dilaksanakan secara individual dan soal-soalnya diberikan secara lisan oleh pemberi tes. Penyajian tesnya sendiri mengandung kerumitan yang spesifik bagi masing-masing individu yang dites. Tidak ada individu yang dikenai semua soal dalam tes karena setiap subjek hanya diberikan soal dalam tes yang berada dalam cakupan level usia yang sesuai dengan level intelektualnya masing-masing. 
Untuk memperoleh angka IQ skor pada skala Stanford-binet diubah atau dikonversikan dengan bantuan suatu tabel konversi. IQ yang dihasilkan oleh skala ini merupakan IQ-deviasi yang mempunyai rata-rata (mean) sebesar 100 dan deviasi SD sebesar 16. Versi terbaru skala Stanford-Binet diterbitkan pada tahun 1986. Terbitan terbaru Stanford-Binet: edisi kelima (SB5) menggarisbawahi pemisahan intelegensi menjadi lima faktor dan dua bidang (verbal dan non verbal) sehingga menghasilkan 10 subtes. Kelima faktor tersebut adalah: Fluid Reasoning, Pengetahuan, Penalaran Kuantitatif (tes kuantitatif, rangkaian angka), Penalaran Visual-Spasial (melipat kertas, mengkopi), Working Memory (memori kalimat, memori sajian urutan benda).

-      Skala Kaufman
Terdapat 2 jenis yaitu:
Kaufman Assessment Battery for Children (K-ABC)
Tes ini diciptakan oleh Alan S. Kaufman dan Nadeen L. Kaufman dari the University of Alabama.
Skala-skala inteligensi dalam baterai (rangkaian) ini adalah Sequal Processing Scale dan Simulation Processing Scale. Sequal Processing Scale yaitu skala yang mengungkap abilitas atau kemampuan untuk memecahkan permasalahan secara bertahap dengan penekanan pada hubungan serial atau hubungan temporal diantara stimulus. Stimulus ini, baik verbal maupun visual harus ditangni secara berurutan agar tercapai performansi yang optimal. Dalam K-ABC kemampuan ini diungkap antara lain oleh subtes Word Order dimana subjek harus menunjuk pada bayangan gambar dalam urutan sama dengan urutan nama yang disebut oleh penguji.
Simulation Processing Scale yaitu skala yang bertujuan mengungkap kemampuan anak dalam memecahkan permasalahan dengan cara mengorganisasikan dan memadukan banyak stimuli sekaligus dalam waktu yang sama. Permasalahan yang diajukan sering kali bersifat analogi atau mengandung aspek spasial. Baik berwujud perseptual maupun berujud konseptual, stimulusnya menghendaki pengerahan daya sintesis simultan agar tercapai penyelesaian yang benar. Dalam K-ABC, stimulus bentuk ini mencakup tugas pengenalan bercak tinta yang disajikan separuh selesai (Gestalt Completion) dan analogi visual yang umumnya abstrak (Matrix Analogies). Baterai (rangkaian) dalam skala ini juga menyajikan kombinasi Sequantial dan Simultaneous Processing yang masing-masing disebut Mental Processing Composite Scale, Achievement Scale, dan non-Verbal Scale. Skor pada kesemua skala dalam K-ABC memiliki mean 100 dan unit SD sebesar 15 agar dapat dibandingkan langsung satu sama lain dan dengan ukuran inteligensi lain.
Tes ini dilaksanakan secara individual untuk anak-anak dan remaja untuk usia 3-18. tujuannya yaitu untuk mengurangi perbedaan skor antara anak-anak dari kelompok etnis dan budaya yang berbeda.

Kaufman Brief Intelligence (K-BIT)
Tes penyaringan intelegensi umum standar yang baru-baru ini dipublikasikan dalam bentuk edisi kedua yaitu KBIT-2 yang terdiri dari
o   skala Crystallized atau verbal yang memiliki dua jenis soal (pengetahuan verbal dan teka-teki)
o   skala non verbal atau Fluid yang mencakup soal-soal matriks.

KBIT-2 dilaksanakan untuk peserta berusia 4-90 tahun dan dalam waktu kurang lebih 20 menit.

-      Wechsler Adult Intellegence Scale (WAIS)
Skala Weschler pertama kali diterbitkan pada tahun 1939 dengan nama Weschler-Bellevue (W-B). Sasaran utama test ini adalah untuk menyediakan test intelegensi bagi orang dewasa. Test ini dirancang untuk anak-anak sekolah dan diadaptasikan untuk orang dewasa dengan menambahkan beberapa soal yang lebih sulit.
WAIS telah mengalami revisi, dan diberi nama Weschler Adult Scale-Revised (WAIS-R) yang mencakup jangkauan umur 16 sampai 74 tahun. Sebagaimana versi WAIS sebelumnya, WAIS-R terdiri dari skala Verbal dan skala Performansi. Kedua skala tersebtu masing-masing menghasilkan IQ-verbal dan IQ-performansi, sedangkan kombinasi keduanya menjadi dasar untuk perhitungan IQ deviasi sebagai IQ keseluruhan. Masing-masing test memiliki minimal 5 subtes dan maksimal 7 subtes. Secara lebih terperinci, isi masing-masing subtes dalam skala Verbal, yaitu subtes Informasi, berisi 29 pertanyaan mengenai pengetahuan umum yang dianggap dapat diperoleh oleh setiap orang dimana ia berada.
Soal-soal dalam setiap subtes dirancang sesuai dengan tujuan penggunaan skala ini, yaitu sebagia ukuran inteligensi orang dewasa yang dimaksudkan untuk digunakan pada subjek yang berusia antara 16 sampai dengan 64 tahun. Dalam memberikan skor untuk subtes Hitungan, Simbol Perakitan Angka, Rancangan Balok, Susunan Gambar, dan Perakitan Objek, kebenaran jawaban dan kecepatan menjawab sangat diperhitungkan. Jawaban yang benar akan tetapi diberikan setelah batas waktu yang dibolehkan tidak akan mendapat skor. Semakin cepat penyelesaian diberikan, skornya akan semakin tinggi.

-      WISC
Revisi skala WISC yang dinamai WISC-R diterbitkan tahun 1974 dan dimaksudkan untuk mengukur inteligensi anak-anak usia 6 sampai dengan 16 tahun. WISC-R terdiri atas 12 subtes yang dua diantaranya digunakan hanya sebagai persediaan apabila diperlukan penggantian subtes. Keduabelas subtes tersebut dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu skala Verbal (verbal) yang terdiri dari information (informasi), comprehension (pemahaman), arithmetic (hitungan), similiarites (kesamaan), vocabulary (kosakata), dan digit span (rentang angka). Golongan kedua adalah skala performansi (performance) yang terdiri dari picture completion (kelengkapan gambar), picture arrangement (susunan gambar), block design (rancangan balok), object assembly (perakitan objek), coding (sandi), mazes (taman sesat).
Melalui prosedur pemberian skor yang telah ditentukan, setiap subjek akan memperoleh skor pada masing-masing subtes. Skor tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk angka standar melalui tabel norma sehingga akhirnya diperoleh suatu angka IQ –deviasi untuk skala verbal, satu angka IQ-deviasi untuk skala verbal dan satu angka IQ-deviasi untuk skala performansi, dan satu angka IQ-deviasi untuk keseluruhan skala.

2.      Tes Inventori
-      Rorschach
Dalam tes ini, klien diperlihatkan sepuluh kartu dengan bentuk ambigu hasil dari cipratan tinta yang hampir simetris. 5 kartu berwarna hitam, putih dan abu-abu yang berbayang, sedangkan 5 kartu lainnya memiliki warna. Tes ini mengevaluasi emosi-emosi yang dialami klien dalam hidupnya, tingkat intelektual dan membantu menjelaskan komponen-komponen kepribadian seseorang.
Dasar Pemikiran Tes Rorschach:
      Asumsi
ada hubungan antara persepsi dengan kepribadian.
      Bercak tinta
ambigous dan unstructure, yaitu persepsi personal, spontan dan tidak dipelajari. 
      Tujuan utama
mendeskripsikan kepribadian seseorang secara keseluruhan (Gestalt).

-      Hematic Apperception Test (TAT)
TAT didasarkan pada teori kebutuhan Murray yang melihat bahwa perilaku manusia didorong oleh motivasi internal dan eksternal, sedangkan lingkungan dipandang sebagai press (tekanan) yang mempengaruhi dorongan tersebut. Keduanya akan membentuk suatu interaksi antara kebutuhan dan lingkungan yang disebut sebagai tema. Kesatuan tema merupakan kesatuan interaksi itu yang terbentuk sejak jaman kanak-kanak tanpa disadari, dan ini merupakan kunci dari suatu perilaku unik (khas) seseorang.
Dikenal sebagai teknik interpretasi gambar karena menggunakan rangkaian standar provokatif berupa gambar yang ambigu dan klien yang harus menceritakan sebuah cerita dari gambar yang tertera. Tugas klien adalah menceritakan apa yang sedang terjadi saat ini, sebelumnya (situasi apa yang menimbulkan peristiwa saat ini), bagaimana pikiran dan perasaan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita, dan bagaimana akhir dari cerita yang dibuat klien.
Metode dengan menggunakan kartu bergambar seukuran 4 X 6 inchi. Diberikan masing – masing, pria dan wanita, 5 jenis kartu yang berbeda dan 1 kartu kosong.
Manfaat TAT:
TAT berguna dalam mempelajari secara keseluruhan kepribadian seseorang, sehingga dapat menginterpretasi tingkah laku abnormal, penyakit psikosomatis, neurose. Manfaat khusus TAT, Sebagai pendahuluan interview therapi dan merupakan langkah pertama dalam psikoanalisa.

Tes Kelompok
Dilakukan pada banyak orang sekaligus pada satu waktu atau waktu yang sama, fokusnya lebih sempit, yaitu untuk memprediksi kinerja akademik atau profesi, skor tes sangat tergantung pada kemampuan membaca testee, validitasnya lebih tinggi, lebih sering digunakan untuk proses screening (pendidikan atau pekerjaan).

Jenis-jenis tes yang termsuk dalam tes kelompok:
1.      Tes Inteligensi
-      IST
Tes ini terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan secara struktur, dimana dari struktur tersebut menggambarkan pola kerja tertentu. Tes ini cocok untuk digunakan dalam memahami diri dan pengembangan pribadi, merencanakan pendidikan dan karir serta membantu dalam pengambilan keputusan hidup seseorang.
Terdiri dari 9 subtes yang keseluruhannya berjumlah 176 item. Masing-masing subtes memiliki batas waktu yang berbeda-beda dan diadministrasikan dengan menggunakan manual (Polhaupessy, dalam Diktat Kuliah IST UNPAD, 2009).
Setelah didapatkan Standardized Score, maka tahap interpretasi dapat dilakukan. Kesembilan subtes saling berkaitan, sehingga harus dilakukan semuanya dan interpretasinya harus dilakukan secara keseluruhan (Amthauer dalam Diktat Kuliah IST UNPAD, 2009).

-      CFIT
Tes yang dikembangkan oleh R.B. Cattel pada tahun 1920, pernah melakukan beberapa kali revisi untuk meningkatkan validitas. Pada tahun 1949, skala yang digunakan tes ini mengalami perubahan. Sejak itu skala tes yang ada dipakai hingga sekarang.
CFIT mengukur inteligensi individu dalam suatu cara yang direncanakan untuk
mengurangi pengaruh kecakapan verbal, iklim kebudayaan dan tingkat pendidikan (Cattell dalam Kumara, 1989). Alasannya yaitu perbedaan kebudayaan dapat mempengaruhi performance test (hasil), sehingga dikembangkan tes yang adil budaya (culture fair) antara lain CFIT.

-      Multidimensional Aptitude Battery II (MAB-II)
MAB dirancang setara WAIS-R dan untuk menghasilkan skor-skor IQ dengan sifat-sifat psikometrik yang sama dengan yang terdapat pada WAIS-R.
Untuk peserta tes usia 16-74 tahun. MAB-II menghasilkan 10 skor subtes, serta IQ verbal, kinerja, dan skala penuh.

-      Tes Kemampuan Kognitif (CogAT – Cognitive Abilitiy Test)
CogAT merupakan salah satu tes kombinasi terbaik berbasis sekolah yang digunakan saat ini (Lohman & Hagen, 2001).
Sembilan subtes CogAT mencakup Tes Kombinasi Verbal, Tes Kombinasi Kuantitatif, dan Tes Kombinasi Nonverbal.

-      Matriks Progresif Raven (RPM)
Merupakan tes nonverbal penalaran induktif yang di dasarkan pada stimuli ber-gambar. RPM bermanfaat sebagai pengujian tambahan untuk orang-orang yang memiliki kelemahan pendengaran, bahasa, dan fisik.

2.      Tes Inventory
-      PAPI
Tes PAPI Kostik di buat oleh Guru Besar Psikologi Industri asal Massachusetts, Amerika, Dr. Max Martin Kostick, pada awal tahun 1960. PAPI Kostick mengukur dinamika kepribadian (psychodynamics) dengan memperhatikan keterkaitan dunia sekitarnya(environment) termasuk perilaku dan nilai perusahaan(values) yang diterapkan dalam suatu perusahaan atau situasi kerja dalam bentuk motif (need) dan standar gaya perilaku menurut persepsi kandidat (role) yang terekam saat psikotest.  Secara singkat, PAPI Kostick merupakan laporan inventori kepribadian (self report inventory), terdiri atas 90 pasangan pernyataan pendek berhubungan dalam situasi kerja, yang menyangkut 20 aspek keribadian yang dikelompokkan dalam 7 bidang: kepemimpinan (leadership), arah kerja (work direction), aktivitas kerja (activity), relasi social (social nature), gaya bekerja (work style), sifat temperamen (temperament), dan posisi atasan-bawahan (followership).


-      DISC
Sebuah alat untuk memahami tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian, pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston. Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka wawasan dan pemikiran, baik secara profesional maupun secara personal. Seperti umumnya alat-alat tes sejenis (termasuk IQ tes), DISC pertama kali digunakan untuk kepentingan militer dan secara luas digunakan sebagai bagian dalam proses penerimaan tentara AS pada tahun-tahun menjelang Perang Dunia II. Setelah keandalannya terbukti, kemudian DISC secara bertahap dipakai untuk kepentingan rekrutmen yang lebih umum.
Sistem DISC
DISC personality system merupakan bahasa universal mengenai perilaku. Penelitian mengelompokkan karakteristik perilaku dalam empat bagian utama yang disebut sebagai gaya kepribadian. Orang dengan gaya yang serupa cenderung menampilkan ciri perilaku yang mirip. Setiap individu memiliki keempat gaya ini, akan tetapi bervariasi menurut intensitasnya. DISC merupakan akronim 4 tipe kepribadian yang berarti Dominant (D), Influencing (I), Steadiness (S), Conscientiousness (C).

-      EPPS
Tes EPPS (Edward Personality Preference Schedule) merupakan tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki manusia.
EPPS umumnya dikategorikan sebagai power tes yaitu tes yang tidak dibatasi waktu dalam pengerjaannya. Jadi, penekanannya pada penyelesaian tugas bukan waktunya. Dalam mengerjakan tes EPPS semua item harus dijawab, apabila ada satu item saja yang terlewatkan maka interpretasi secara akurat tidak dapat dilakukan. Tes EPPS dapat diberikan secara individual maupun klasikal. Latar belakang awalnya adalah untuk konseling dan orientasinya adalah untuk orang-orang yang normal (Karmiyati & Suryaningrum, 2005).
Tes EPPS bertujuan untuk mengungkap 15 need yang ada pada diri seseorang. Bentuk tes EPPS berupa pasangan-pasangan pernyataan berjumlah 225 pasang. Tugas subyek adalah memilih satu pernyataan dari pasangan-pasangan pernyataan yang disajikan yang cocok atau sesuai dengan dirinya. Dari 225 pasang pernyataan ada 15 pasang yang sama. Tujuannya adalah untuk mengetahui kesungguhan atau konsistensi subyek dalam mengerjakan tes. Apabila konsisten dapat dikatakan bahwa subyek bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tes dan menjadi valid untuk diskor. Standar konsistensi pengerjaan EPPS adalah 14, namun di Indonesia konsistensi 9 sudah dapat dikatakan valid untuk diskor (Karmiyati & Suryaningrum, 2005).

3.      Tes
-      RMIB
Menurut sejarahnya, tes tersebut disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. Saat itu tes ini hanya memiliki 9 jenis katagori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. Kemudian pada tahun 1958, tes diperluas dari 9 katagori menjadi 12 katagori oleh Kenneth Miller. Sejak saat itu, tes minat tersebut menjadi Test Interest Rothwell-Miller atau yang lebih dikenal dengan Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank).
Tes ini sebenarnya bertujuan mengenal pasti minat individu terhadap 12 kategori pekerjaan yaitu kategori Outdoor, Mechanical, Computational, Scientific, Personal Contact, Aesthetic, Literary, Musical, Social service, Clerical, Practical, Medical. Jumlah   skor   yang   terkecil   menunjukkan   bidang   minat   yang utama   yang menjadi pilihan individu yang mengambil ujian ini, manakala jumlah skor yang terbesar menunjukkan bidang minat tersebut paling tidak penting kepadanya (Sidek, 1998).
Alat   tes   ini   banyak   digunakan   untuk   dunia   pendidikan   misalnya penjurusan   di   SMA   dan   Perguruan   Tinggi, serta   dapat   digunakan   untuk dunia   kerja dalam penentuan posisi jabatan seseorang (placement).

-      Holland
Holland mengemukakan 4 asumsi (Winkel dan Hastuti, 2005) sebagai berikut:
a.       Ada 6 jenis model lingkungan kerja à Realistic, investigative, artistic, social, enterprising dan convensional.
b.      Orang mencari lingkungan kerja yang memungkinkannya keterampilan-keterampilan dan kemampuan-kemampuannya, mempraktikkan sikap-sikap dan nilai-nilainya dan menerima masalah-masalah dan peranannya yang sesuai atau yang Kongruence.
c.       Perilaku seseorang ditentukan atau dipengaruhi oleh interaksi kepribadian dan ciri-ciri lingkungan karirnya.



Demikian blog mengenai pelaksanaan tes individu dan kelompok serta tes apa aja saja yang pelaksanaannya masuk ke dalam salah satu dari itu. Semoga bermanfaat!